“Wanita Gagah Perkasa, Penguasa Lautan Itu adalah Ibunda
Kami Aceh Laksamana Keumalahayati , Namanya Sekarang Masih Hidup di dalam Hati
Rakyat Aceh“
Hal itu tidak bisa diragukan lagi, buktinya banyak
seperti saat imigran asal Miyanmar terdampar di Aceh negara lain semua menolak
untuk membantunya tapi apa yang terjadi pada Negara Aceh ini ?
Mereka menolong para imigran dan pada saat itu nelayan
Aceh rela t tidak menangkap ikan pada saat melaut hanya cuma untuk mencari
imigran yang terombang ambing dilautan untuk ditolong.
Ini lah tradisi laut yang diturunkan Laksamana Ibunda
Keumalahayati tidak bisa diragukan lagi kami membungkam kritik dengan berbuat.
Aceh memang Sebuah Provinsi di Indonesia tapi rasanya
adalah sebuah Negara.
Malahayati, adalah salah seorang perempuan pejuang yang
berasal dari Kesultanan Aceh. Nama aslinya adalah Keumalahayati.
Ayah Keumalahayati bernama Laksamana Mahmud Syah.
Kakeknya dari garis ayahnya adalah Laksamana Muhammad Said Syah putra dari
Sultan Salahuddin Syah yang memerintah sekitar tahun 1530-1539 M.
Adapun Sultan Salahuddin Syah adalah putra dari Sultan
Ibrahim Ali Mughayat Syah (1513-1530 M), yang merupakan pendiri Kerajaan Aceh
Darussalam.
Pada tahun 1585-1604, memegang jabatan Kepala Barisan
Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan
Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV.[2]
Malahayati memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee
(janda-janda pahlawan yang telah syahid) berperang melawan kapal-kapal dan
benteng-benteng Belanda tanggal 11 September 1599 sekaligus membunuh Cornelis
de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal, dan mendapat
gelar Laksamana untuk keberaniannya ini, sehingga ia kemudian lebih dikenal
dengan nama Laksamana Malahayati
Ia di daulat sebagai laksamana. Sejak itulah gelar
laksamana angkatan laut perempuan pertama ia sandang.
Pasukan itu bermarkas di Teluk Lamreh Krueng Raya.
Benteng Kuto Inong Balee dengan tinggi sekitar tiga meter dibangun. Lengkap
dengan meriam. Sisa-sisa benteng itu kini masih bisa dilihat di Aceh.
Sebagai seorang laksamana angkatan laut, peran Malahayati
sangat krusial. Debut pertempuran perdananya ialah melawan Portugis di perairan
Selat Malaka.
Tak hanya menyusun pertahanan di darat. Pasukan Inong
Balee dilengkapi seratus lebih kapal perang. Pasukan yang semula hanya 1000
orang, lama-lama bertambah hingga mencapai 2000 pasukan. Armada asing yang
melintas di Selat Malaka pun menjadi gentar.
Tak jauh dari pangkalan militer tersebut, Malahayati juga
membangun Benteng Inong Balee. Kekuatan armada pimpinan Malahayati terbilang
luar biasa. Ini terbukti dengan sepak terjangnya selama mengawasi Pelabuhan
Syahbandar.

0 Response to "Wanita Gagah Perkasa Penguasa Lautan Ibunda Keumala Hayati"
Posting Komentar